Open Source di NetMonk

Istilah open source sudah tidak asing lagi bagi para developer atau pun engineer. Open source mengacu pada sebuah program yang

Istilah open source sudah tidak asing lagi bagi para developer atau pun engineer. Open source mengacu pada sebuah program yang source code nya dapat dengan bebas diubah, dimodifikasi maupun disalin sebanyak mungkin oleh pengguna atau pun developer. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat menggunakan program dengan open source ini dengan tujuan apapun. Meskipun begitu, penggunaannya tetap harus mengikuti aturan karena open source merupakan tanda sertifikasi dari OSI (Open Source Initiative). Contoh dari program open source adalah Ubuntu Linux. Selain itu terdapat juga close source. Berbeda dengan open source, anda tidak bisa bebas menggunakan close source karena anda tidak akan bisa mendapatkan source code. Contoh dari program close source ini adalah Mozilla Fire Fox, Chrome dan close source yang paling popular adalah software Microsoft Windows.

Meskipun open source dapat digunakan secara bebas tapi bukan berarti anda bisa mendapatkannya secara gratis seperti perangkat lunak gratis yang bisa anda unduh secara gratis juga. Berikut penjelasan perbedaan diantara keduanya, software atau aplikasi open source tersedia bebas sehingga dapat digunakan oleh siapa pun untuk keperluan apa pun akan tetapi developer harus mengijinkan redistibusi aplikasi dan kode sumbernya setelah itu. Sedangkan free software merupakan perangkat lunak yang dapat anda unduh secara gratis tanpa peraturan seperti pada open source.

Sama seperti halnya dengan NetMonk, network monitoring tool (alat monitoring jaringan) milik Ketitik juga memakai open source. Apa saja kah itu? Beberapa diantaranya, NetMonk menggunakan 2 open source yaitu SNMP exporter Promotheus dan juga blackbox exporter Promotheus. Promotheus merupakan sebuah open source monitoring system yang mengumpulkan metrics dari layanan anda dan menyimpannya dalam sebuah time-series database. Pemakaiannya tidak dibatasi hanya untuk memonitor aplikasi atau mesin saja, akan tetapi promotheus ini dapat digunakan untuk wawasan pada system apapun. Termasuk untuk memonitor SNMP. SNMP exporter merupakan exporter yang dapat mengambil data dari SNMP yang kemudian digunakan oleh promotheus monitoring system. Sedangkan blackbox exporter promotheus, melalui protokol TCP, DNS, ICMP, HTTP, and https dapat digunakan untuk menyelidiki titik akhir, mengembalikan metrik terperinci mengenai permntaan tersebut. Misalnya durasi untuk menerima respond dan berhasil atau tidak. Kedua open source ini hanya beberapa yang dipakai dan yang membuat netmonk menjadi alat monitoring jaringan terbaik yang bisa anda pilih. untuk melihat lebih jauh mengenai produk dari Ketitik, network monitoring application in Indonesia (aplikasi monitoring jaringan di Indonesia), silakan kunjungi situs web kami.

Referensi :

https://www.howtogeek.com/129967/htg-explains-what-is-open-source-software-and-why-you-should-care/

https://www.technopedia.com/definition/3294/open-source

https://github.com/prometheus/snmp_exporter

https://www.digitalocean.com/community/tutorials/how-to-use-alertmanager-and-blackbox-exporter-to-monitor-your-server-on-ubuntu-16-04