Perusahaan yang selalu memanfaatkan jaringan pasti paham dan mengerti betapa pentingnya performa jaringan dan perangkat jaringan untuk kelancaran bisnisnya. Mengurangi downtime seminimal mungkin merupakan salah satu cara yang tepat dan dapat diterapkan untuk memecahkan masalah sistem IT yang dapat memengaruhi dan mengecewakan end-user Anda. Apa jadinya jika downtime tidak diminimalkan? Terntu saja hal ini dapat merugikan perusahaan secara materil.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk meminimalkan downtime? Jawabannya yaitu dengan alat monitoring jaringan. Seperti yang sudah dijelaskan dalam beberapa artikel kami, monitoring jaringan adalah sebuah praktek yang dilakukan untuk memonitor dan mendeteksi perangkat jaringan yang mengalami masalah seperti jalannya yang lambat atau mengalami kegagalan contohnya seperti server yang overloaded maupun router yang gagal.  

Alat monitoring jaringan adalah bagian otomatis dari manajemen jaringan yang mengaudit semua perangkat jaringan seperti router, switches dan lain-lain. Secara umumnya, network monitoring dapat memberitahukan pada administrator jaringan atau tim IT Anda jika menemukan masalah sebelum masalah tersebut menjadi lebih besar dan berdampak pada yang lainnya.

Dari banyaknya monitoring jaringan yang ada, Netmonk merupakan salah satu penyedia alat monitoring jaringan yang bisa Anda andalkan. Apa saja yang bisa dilakukan oleh Netmonk untuk perusahaan Anda? Simak artikel berikut ini tentang masalah yang dapat diatasi oleh Netmonk, penyedia aplikasi monitoring jaringan, sekaligus menjadi hal yang sangat penting untuk memutuskan pemilihan monitoring tool yang tepat.

1. Mendeteksi Jaringan yang Padam

Seperti yang sudah dijelaskan pada paragraph sebelumnya, monitoring jaringan dapat memberitahukan kepada administrator jaringan jika menemukan hal yang tidak berjalan dengan semestinya. Bahkan sebelum masalah tersebut terjadi, alat monitoring akan diberitahu Anda agar dapat segera diperbaiki sebelum menjadi masalah yang besar dan menyebabkan berbagai kerugian lainnya.

2. Kurangnya Kapasitas Disk

Salah satu penyebab lambat dan membekunya kinerja sistem operasi adalah ruang disk yang sangat rendah. Kurangnya kapasitas disk dapat terjadi pada komputer maupun pada server jaringan. Jika ruang disk pada server di perusahaan Anda rendah, maka dapat mempengaruhi terhadap lainnya seperti kesulitas mengakses data dan juga dapat mempengaruhi pengalaman end-user. Network monitoring akan memberitahu administrasi jaringan sebelum ruang disk mencapai batas kapasitasnya sehingga Anda dapat segera mengosongkan ruang dengan membersihkan file yang tidak terpakai.

3. CPU Tinggi

Last but not least, Netmonk dapat memberitahu administrator jaringan perusahaan Anda jika menemukan sebuah perangkat mencapai penggunaan CPU yang tinggi. Karena seperti yang kita ketahui, CPU (Central Processing Unit) merupakan otak dari komputer dan bertanggung jawab untuk menerima dan mengirim instruksi dan mengalokasikan sumber daya. Tanggung jawabnya yang besar tersebut, semua perintah akan menjadi lambat dan Netmonk dapat memberikan solusi tersebut.

Itulah masalah-masalah yang dapat diatasi oleh Netmonk yang juga dapat Anda jadikan acuan untuk memilih alat monitoring jaringan yang tepat untuk perusahaan Anda. Selain itu apakah yang membedakan Netmonk dengan monitoring jaringan lainnya? Anda bisa mendapatkan 3 fitur unggulan yaitu real-time notification via email dan atau Telegram, predictive analytics, dan laporan dalam bentuk pdf yang memudahkan laporan Anda sehari-hari.

Tunggu apa lagi? Segera hubungi tim marketing kami di sini untuk menanyakan informasi lebih lanjut terkait produk kami atau tertarik untuk PoC atau free trial. Anda pun dapat request demo produk kami melalui homepage website kami atau klik “coba sekarang” di bawah artikel ini jika Anda penasaran bagaimana cara kerja secara singkatnya. Jangan ragu untuk menanyakan semuanya kepada kami. Semoga artikel ini membantu.

Referensi :

7 Technology Issues Your Network Monitoring System Should Catch

Network Monitoring