FAQ

Frequently Asked Questions

NetMonk memanfaatkan protokol ICMP dan SNMP untuk memonitor perangkat. Protokol ICMP digunakan untuk mendeteksi apakah koneksi ke arah perangkat yang dimonitor lancar (UP). SNMP digunakan sebagai protokol untuk mengambil informasi-informasi dari perangkat seperti trafik, konfigurasi alamat IP perangkat, dan uptime perangkat. Saat ini sedang dalam pengembangan juga agar NetMonk mendukung protokol NetFlow untuk monitoring trafik yang lebih detail.

Spesifikasi yang kami sarankan adalah komputer/server/VM dengan CPU Quadcore, RAM 8 GB, Media penyimpanan 20 GB. Dengan spesifikasi tersebut diprediksi untuk monitoring 50 perangkat dengan jumlah port hingga lebih dari 1000 interface untuk jangka waktu penyimpanan 12 bulan. Untuk jumlah data yang lebih banyak, disarankan untuk meningkatkan RAM dan media penyimpanan.

Dalam kondisi perangkat yang dimonitor memiliki alamat statis IP Public, NetMonk dapat diinstall di cloud untuk memonitor perangkat-perangkat tersebut. Sedang dalam proses uji dan verifikasi juga, dalam kondisi seperti apakah mode hybrid (kombinasi on-premise dan cloud) layak untuk dilakukan.

Ya, selain NetMonk sebagai sebuah produk, disediakan pula services dalam bentuk bantuan, konsultasi, dan asistensi mulai dari proses pra-instalasi, instalasi, ketika telah berjalan, dan upgrade bila rilis versi terbaru. Hal ini disediakan agar tim IT Jaringan di perusahaan dapat fokus mengawal operasional harian memanfaatkan tools monitoring, tanpa perlu direpotkan untuk mengetahui detail mekanisme monitoring bekerja.

Ya, demo tersedia di https://demo.netmonk.ketitik.com. Untuk demo dalam bentuk PoC maupun presentasi on-site dapat menghubungi tim marketing NetMonk.

NetMonk dikembangkan oleh pemuda-pemudi Indonesia yang memiliki visi bahwa mengelola jaringan haruslah tidak sulit. Hal ini diwujudkan dengan pengembangan tools bantu pengelolaan jaringan memanfaatkan kemajuan teknologi open networking dan data analitik.