Seberapa besar skala perusahaan, entah itu startup baru berukuran mikro hingga korporasi besar, pasti membutuhkan jaringan di dalamnya. Jaringan diharapkan mampu bekerja dengan baik setiap saat agar karyawan bisa mengakses data penting, melayani dan berkomunikasi dengan pelanggan, dan menjalankan berbagai aktivitas operasional sehari-hari.

Permintaan akan jaringan yang lebih cepat dan mampu menjamin keamanan yang lebih baik dari hari ke hari selalu muncul. Tujuannya adalah agar bisnis bisa berjalan lebih baik lagi. Untungnya, sudah ada strategi manajemen jaringan yang mampu meningkatkan layanan jaringan. Simak strategi manajemen jaringan di bawah ini untuk performa yang optimal. 

1. Upgrade Hardware

Kecepatan jaringan dan performanya sangat bergantung dari kualitas dan kapasitas hardware. Jika kita menggunakan hardware yang sudah tua, seperti router, kabel, dan berbagai jenis hardware lainnya, mungkin saja sudah tidak kompatibel dengan aplikasi dan perangkat baru. Tentu ini akan mengakibatkan kecepatan yang melambat dan konektivitas jaringan yang lemah. 

Solusinya adalah berinvestasi pada hardware baru yang lebih kuat. Mengganti hardware secara berkala memang penting dan harus dilakukan agar bisa menjaga performa jaringan. Upgrade dengan teknologi terkini akan meningkatkan bandwith dan mengurangi latensi. Koneksi pun jadi lebih cepat dan stabil. Apalagi hardware terbaru biasanya dilengkapi dengan fitur keamanan yang lebih canggih sehingga lebih aman. 

2. Gunakan Quality of Service (QoS)

QoS merupakan fitur jaringan yang memungkinkan penggunanya untuk memprioritaskan tipe lalu lintas jaringan dibandingkan jaringan yang lain. Prioritas ini dilakukan berdasarkan kebutuhan jaringan. Mana yang perlu didahulukan, data video atau audio? Dengan prioritas, delay akan dihindari dan semua permintaan klien bisa tetap dijalankan dengan baik. 

3. Monitoring Jaringan

Selalu monitoring jaringan akan memberikan gambaran penting terkait performa jaringan dari waktu ke waktu. Melacak metrik performa jaringan sangat penting dalam menemukan pola dan tren yang mungkin menjadi masalah utama terjadinya penurunan performa jaringan. 

Monitoring perangkat jaringan dapat membantu tim IT untuk lebih cepat menemukan masalah performa dan mengatasinya. Dengan begitu, jaringan tidak akan bermasalah dalam waktu singkat akan diperbaiki agar bisa berjalan normal. 

4. Gunakan Load Balancing

Load balancing adalah teknik yang digunakan dalam jaringan komputer untuk mendistribusikan lalu lintas jaringan dengan seimbang ke beberapa server sekaligus. Load balancing dilakukan saat performa sedang sangat tinggi, sehingga dapat mengurangi beban kerja server individual dan menghindari terjadinya lalu lintas yang terlalu padat. 

Load balancing mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia dengan baik, sehingga dapat meningkatkan performa dan ketersediaan jaringan secara keseluruhan. Dalam skenario load balancing yang sering terjadi, satu server mungkin tidak bisa menangani beratnya lalu lintas yang masuk, sehingga waktu respons mungkin akan berkurang, bahkan server bisa tidak berfungsi. 

Dengan load balancing, beban kerja didistribusikan ke beberapa server untuk memastikan agar tidak ada server yang kerjanya terlalu berat. Jika pekerjaan sudah terbagi-bagi seperti ini, maka jaringan tetap bisa bekerja dengan baik. 

5. Gunakan Pengulangan

Teknik jaringan menggunakan pengulangan untuk mendeskripsikan sistem back up atau rute alternatif untuk kelancaran lalu lintas jaringan. Ini terjadi di dalam hardware atau software. Pengulangan memastikan bahwa jaringan tetap bisa dioperasikan dengan baik meskipun ada salah satu komponen di hardware maupun software yang gagal menjalankan fungsinya. 

Dengan memiliki peralatan yang bekerja secara berulang atau rute alternatif, bisnis dapat meminimalisasi kerusakan dan meningkatkan kredibilitas jaringan. Jadi jika ada salah satu komponen yang gagal, maka komponen yang berulang atau rute alternatif akan mengambil alih. Operasi jaringan akan terus berjalan tanpa gangguan. 

Teknik ini terutama sangat penting pada bisnis yang sangat mengandalkan infrastruktur jaringan. Contohnya situs e-commerce, rumah sakit, institusi finansial, dan layanan darurat yang harus selalu aktif kapan pun. 

6. Optimalkan Konfigurasi Jaringan

Pastikan untuk mendapatkan performa yang optimal dari jaringanmu dengan konfigurasi yang baik. Ini termasuk mengatur routing, VLANs, dan protokol jaringan lainnya dengan tepat. Routing adalah proses memastikan data yang paling efisien bagi data untuk berpindah dari satu poin di dalam jaringan ke poin yang lain. Dengan konfigurasi routing yang baik, akan memastikan data berpindah dengan lebih cepat, di jalur yang paling efisien, sehingga mengurangi latensi jaringan dan meningkatkan performa. 

Virtual LANs (VLANs) adalah perangkt penting lainnya yang dapat mengoptimalkan performa jaringan. VLANs merupakan pengelompokan jaringan yang logis di dalam perangkat, yang berbagai domain broadcast yang sama. Dengan membuat VLANs, kita bisa membagi jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah diatur. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mengurangi adanya gangguan jaringan. 

Selain routing dan VLANs, masih ada lagi protokol jaringan lainnya yang bisa dikonfigurasikan dengan baik untuk mengoptimalkan performa jaringan. Ini termasuk protokol seperti Quality of Service (QoS), yang memungkinkan prioritas lalu lintas jaringan berdasarkan tingkat kepentingan, dan Spanning Tree Protocol (STP), yang dapat menghindari terjadinya gangguan di jaringan sehingga dipastikan koneksi jaringan bisa lebih diandalkan. 

7. Upgrade Software Jaringan

Strategi terakhir yang tak kalah penting adalah menjaga agar software jaringan tetap up to date sehingga dapat meningkatkan layanan jaringan, performa dan keamanannya. Jika dimungkinkan, software dengan versi terbaru bisa memiliki fitur tambahan yang lebih canggih dan berguna. Update software dapat menangani adanya gangguan, virus, dan keamanan yang lemah di versi sebelumnya. 

Di tiap update, developer pada umumnya memperkenalkan peningkatan tertentu yang sebelumnya masih dirasa kurang performanya. Dengan begitu, kecepatan dan stabilitas jaringan bisa lebih diandalkan oleh penggunanya. Di tengah ancaman siber yang semakin meningkat, developer software harus terus mengembangkan protokol pengamanan yang efektif agar software terlindung dari malware, virus, dan serangan berbahaya lainnya. 

Selain keamanan jaringan, update software juga mungkin akan memperkenalkan fitur dan fungsi baru yang sebelumnya tidak ada. Fitur baru ini mungkin bisa meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. 

Pastikan jaringan yang digunakan perusahaanmu selalu aman dan lancar, sehingga mampu memberikan layanan terbaik kepada konsumen. Untuk kemudahan mengatur dan memelihara jaringan, gunakan penyedia aplikasi monitoring jaringan yang terpercaya seperti Netmonk. Netmonk menawarkan satu aplikasi untuk monitor jaringan, web/API dan server, yang disebut Netmonk Prime yang kegunaannya sangat praktis. 

Dalam memonitor jaringan, Netmonk mampu mengakuisisi data dari perangkat jaringan, kemudian divisualisasikan menjadi dasbor analitik yang mudah dipahami. Jadilah bagian dari Netmonk bersama 5000++ perusahaan besar lainnya seperti IndiHone, t-money, true money, Finiks, IndiBox, dan masih banyak lagi. Bahkan tersedia fitur mencoba layanannya selama 14 hari secara gratis!

Referensi

https://visualedgeit.com/enhancing-your-network-services-9-proven-strategies-for-improved-performance-and-efficiency/